Jumat, 22 November 2013

ICONPO Part. 1

Cerita bermula ketika waktu itu aku sedang on-line diperpustakan kampus. Seperti biasa sambil membaca berita, dan buka-buka medsos (facebook, twitter, dan lain-lain) dan tidak lupa check beberapa e-mail. Ternyata ada balasan dari pihak panitia dari Universitas Ngurah Rai dari abstrak yang aku kirim hehe karena memang itulah yang sedang ku tunggu-tunggu. 

E-mail itu adalah acceptance abstrak yang artinya abstrak tersebut bisa diteruskan untuk menjaid karya ilmiah. Dua hari menjelang itu saya menghubungi teman saya Chris, menanyakan bagaimana dengan abstrak yang telah mereka buat, katanya belum mendapatkan balasan dari pihak panitia. Oke, selanjutnya perjuangan pun berlanjut. Perjuangan ini berada dalam tiga posisi heheh , dari jatinangor - jakarta - sampai ke mataram pada saat mengikuti latsitarda. owh iyah sebelum melanjutkan, pada akhirnya Chris dan Rara telah mendapatkan acceptance dari panitia penyelenggara yang artinya dia juga bsersyarat untuk melanjutkan ke tahap penulisan full karay ilmiah mereka dan artinya juga saya berjuang tidak jadi sendirian tetapi bertiga dengan dua kraya ilmiah berbeda. saya dengan NGO dan Rara with Chris dengan Asymetrical Decentralization-nya. :) 

Ah beneran... kamu bisa lolos untuk full paper di iconpo ?? Itu berarti kamu akan presentasi naanti yaa ?? temanku bertanya. Yoi sobb, bakalan presentasi nanti di Bali, tapi kalo karya ilmiah ini bisa kelar dan reseacrh ku berhasil, jawabku. Hmmm oke..okee..  kalo gitu kamu yang semangat, kalo kamu ke Bali kan kami ikut bangga sob, ada juga teman saya yang ikut Seminar International, hehheh dan jangan lupa oleh2nya yaa, sambungnya. Okeee.. okeee.. thanks for supporting me, balasku. percakapan itu terjadi di barak pas setelah menza siang. Yahhh, begitulah kami saling mendukung satu sama lain, setiap ada teman yang akan bepergian Dinal Luar pasti didukung dengan harapan akan mendapatkan oleh-oleh pas pulang nanti, heheheeh. 

Ternyata betul apa yang ada dalam pemikiranku sebelumnya, dari abstract melanjutkan ke fullpaper bukan perkara yang mudah istilahnya tidak semudah membalikkan telapak tangan atau tidak semudah mengupil, hehe, alhasil yang terjadi adalah pusing sana sini untuk bimbingan dan mencari referensi serta menbaca-baca hasil fullpaper dari seminar tahun lalu. 
 
Cukup lumayan, kami diberikan waktu kurang lebih 6 bulan untuk menyelesaikan research tersebut. owh iyah waktu itu masih Nindya sedang menuju ke Wasana heeh Nindya akhirnya maksudnya, dan menulis untuk yang formal terasa cukup sulit bagiku karena ini merupakan awal mengikuti seminar internasional, yang kedua bertabrakan dengan kegiatan yang sangat padat, entah itu kegiatan lapangan atau latsitarda dan lain - lain. 

Previous cerita sudah dua bulan berlalu dan research-ku belum selesai, masih terngiang di pikiran kami (saya, Rara dan Chris) bahwa sebenarnya ajang ini diikuti sebagian besar oleh dosen yang telah menyandang gelar pendidikan Doktoral, sekarang kami terlanjur mengikutinya yang saat itu masih belum menyandang gelar apa-apa. Lulus Starata 1 pun belum selesai. Tetapi kami berniat dalam hati bahwa kalau bisa pasti bisa karena segala tindakan itu hanyalah kekuatan pikiran apabila pikiran kita mengatakan iya maka pasti akan selesai dan bisa terlaksana.

to be continued  . . . .

1 komentar:

halimundariparigi mengatakan...

Hai Aliakbar,
maaf baru balas komenmu di blog saya, soalnya saya sudah jarang buka blogspot.

Kalo mau diskusi tentang beasiswa Fulbright, boleh2 saja. Email saya qushay20019@gmail.com.

Terima kasih