Jika saya disuruh memilih mau menjadi apa dalam permainan sepak bola, menjadi penyerang, gelandang ,posisi sayap, bek atau kiper. Maka saya tidak akan memilih salah satupun diantaranya. Sya akan lebih memilih menjadi penonton. knapa ?? karena diantara mereka penontonlah yang paling hebat. Dialah yang paling mengetahui bgemana posisi pemain seharusnya, bgemana gaya bermainnya dan berhak menghakimi pemain. semuanya dilakukan secara bebas tanpa ada rasa beban akan keputusan yang diambilnya nanti salah. Sebaliknya sya menolak sebagai pelatih. Karena pelatihlah posisi yang paling rawan dicemooh ketika tim kalah. kenapa dia tidak mengganti pemain A, kenapa posisi pemainnya begini dan masih banyak cemooh yang lain. pada intinya dalam sepakbola dalam keadaan tertentu, menjadi penonton adalah posisi yang paling nyaman.
Bgemana dengan pemain ?
Dalam kondisi kekalahan, dia akan mendapatkan dua respond dari penonton, yang pertama akan dicap menjadi pemain yang tidak pantas untuk dipasang kembali atau dia tetap akan disanjung oleh penonton karena kekukuhannya mendukung tim, berjuang bersungguh - sungguh mencetak gol (tapi ini sangat jarang terjadi).
tett..
tett..
tett..
hingga bersambung ke bawah.. hehehee
Dalam kondisi kekalahan, dia akan mendapatkan dua respond dari penonton, yang pertama akan dicap menjadi pemain yang tidak pantas untuk dipasang kembali atau dia tetap akan disanjung oleh penonton karena kekukuhannya mendukung tim, berjuang bersungguh - sungguh mencetak gol (tapi ini sangat jarang terjadi).
tett..
tett..
tett..
hingga bersambung ke bawah.. hehehee
Malam ini adalah malam kembali diujinya mental para penonton, pemain dan semua orang - orang yang terlibat dengan timnas persepakbolaan. ketika saat ini kita ditumbangkan Malaysia 1 - 0 , hal itu bukan berarti semuanya akan berhenti pada saat itu juga, bukan semuanya pupus. kita tdak seharusnya kecewa dengan formasi yang diturunkan sang pelatih Rakhmad darmawan. Karena beliau sudah memperhitungkan mengapa ia tidak menurunkan patrich wanggai atau andik hermansyah dan yang lainnya. mereka dipersiapkan untuk pertandingan selanjutnya timnas kita masih lolos untuk babak berikut. Saat seperti ini lah kita bangkit untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa kita tidak hanya mensupport timnas saaat menang saja namun tetap dalam kondisi yang sama walaupun dalam kekalahan.
Sang pelatih mampu berpikir panjang. Pertandingan kita bukan hanya pertandingan melawan Malaysia, kalah ataupun tidak timnas kita akan tetap lolos untuk babak selanjutnya. kita memang kalah namun kalah dengan bangga karena bisa memberikan perlawanan kepada mereka. kita hanya berharap bsok kita bisa memberikan yang terbaik dan timnas bisa menyumbangkan emas dalam perolehan medali.
kawanku...
Untuk manjadi seorang itu tidak gampang. tidak semudah membalikkan telapak tangan namun ada perjuangan. ada saatnya kita kalah dan menang. disaa kita menang berarti persiapan kita lebih daripada lawan ketika kita kalah, kita mampu menarik pelajaran dari kekalahan tersebut agar pada pertandingan selanjutnya tidak meengulangi kesalahan yang sama.
Bravo persepakbolaan Indonesia.. Never Ending Improvement :)
3 komentar:
SEPAKAT dg, roda itu berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Jangan cuman mau mendukung ketika di atas, tapi pada saaat di bawah malah di tinggalkan, seharusnya pada saat di bawah malah di temani, di beri dukungan agar mampu kembali ke atas. Bravo PSSI :)
SEPAKAT dg, roda itu berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Jangan cuman mau mendukung ketika di atas, tapi pada saaat di bawah malah di tinggalkan, seharusnya pada saat di bawah malah di temani, di beri dukungan agar mampu kembali ke atas. Bravo PSSI :)
yes i agree with you too dg.. siap mendukung timnas baik dlam keadaan kalah walaupun menang :). Forza Indonesia.
Posting Komentar