Selasa, 16 Oktober 2012

A Letter To flower


“Bungaku Telah Layu dan Takkan Pernah Mekar Kembali”

Malam gelap..
Sang surya tak menampakkan dirinya...
Aku menatap mu dengan keikhlasan hati..
Labih dalam..
Kau meneteskan air mata..

Duri itu menusuk kedalam hati yang paling dalam..
Bungaku telah layu tak seindah dahulu..
Ketika aku memandangnya dengan tulus..
Ada dusta yang takkan pernah tak mendusta..

Durinya kini menusuk hatiku..
Terluka..
Dalam..
Karena dusta yang tak pernah sirna..

Bungaku telah layu dan takkan pernah mekar kembali..