Sabtu, 19 November 2011

Terbanglah tinggi GARUDA Mudaku

Hari ini.. tepatnya malam ini sya begitu gembira. bukan cuma sya yang meraskannya, mungkin kmu juga dan semua masyarakat indonesia yang memiliki rasa nasionalisme pasti merasakan hal yang sama, yaitu gembira atas kemenangan indonesia melawan vietnam 2 - 0. Big smile for my timnas :-).

Sama dengan postingan sebelumnya, sya tetap mejadi penonton setia, penonton yang serba bisa melakukan apapun untuk memberikan dukungan kepada Indo, tak kenal lelah serta malu untuk berteriak, bernyanyi, memukul - memukul galon untuk menghasilkan bunyi walaupun itu cuma di depan tv, hehehehe.

Yah, menjadi penonton memang merupakan suatu yang asyik tidak tanggung - tanggung ketika tim yang didukung menang, tetapi berbeda lagi ketika yang didukung kalah. Pasti akan meraskan kekecewaan. Namun untuk kali ini TIDAK. Tim Garuda Mudaku menang dan berhak mendapatkan tiket ke final. Siapapun itu semangatku untuk mendukung dan menjadi penonton akan tetap sama seperti sebelumnya tak kalah dengan rekan - rekan yang sedang menonton langsung di GBK. :)

Ada dua hal yang sya jadikan pelajaran dari kemenangan hari ini. pertama adalah kekompakan dan persaudaran untuk mendukung, bernyanyi, mendengungkan semboyan - semboyan, baik dari papua, dari aceh, sulawesi, maluku, nusa tenggara, atau walaupun orang itu tahanan, penegak disiplin, petinju apapun profesinya dan apapun yang sedang ia lakukan semunya pada detik itu akan berpandangan sama, bervisi sama dan melakukan misi - misinya dengan sma juga yaitu mendukung satu untuk menang Indonesia. saat itu kita tak terkalahkan karena semangat kita untuk memnag sangat tinggi. apapun yang terjadi kita akan tetap mendukung timnas hingga waktu 2 kali 45 menit itu berakhir.

Selanjutnya, kagum dengan semangat pemain yang tak kenal lelah untuk menang dan two thumbs up buat sang pelatih Rakhmad Darmawan yang mengatur strategi dengan baik. Beliau tidak terpancing saat melawan Malaysia untuk all out tapi beliau merotasi pemain dengan strategi mengistirahatkan pemain inti agar lebih fokus ke pertandingan selanjutnya. jadi, waktu kita melawan Malaysia, pemain timnas bukan yang inti tapi lapis kedua, walaupn kalah tapi tidak begitu memalukan karena mampu memberikan tekanan kepada lawan dan hingga saatnya kita melangkah final untuk bersiap pada tanggal 21 nanti. Siapapun lawannya, bgemanapun caranya kita akan tetap mendukung garuda muda dengan semangat untuk menunjukkan bahwa INDONESIA BISA..

sekali lagi ku teriakkan.. FORZA INDONESIA, menanglah dan terbanglah tinggi GARUDA MUDAKU :).







Kamis, 17 November 2011

Tetap semangat Timnas ku..

Jika saya disuruh memilih mau menjadi apa dalam permainan sepak bola, menjadi penyerang, gelandang ,posisi sayap, bek atau kiper. Maka saya tidak akan memilih salah satupun diantaranya. Sya akan lebih memilih menjadi penonton. knapa ?? karena diantara mereka penontonlah yang paling hebat. Dialah yang paling mengetahui bgemana posisi pemain seharusnya, bgemana gaya bermainnya dan berhak menghakimi pemain. semuanya dilakukan secara bebas tanpa ada rasa beban akan keputusan yang diambilnya nanti salah. Sebaliknya sya menolak sebagai pelatih. Karena pelatihlah posisi yang paling rawan dicemooh ketika tim kalah. kenapa dia tidak mengganti pemain A, kenapa posisi pemainnya begini dan masih banyak cemooh yang lain. pada intinya dalam sepakbola dalam keadaan tertentu, menjadi penonton adalah posisi yang paling nyaman.

Bgemana dengan pemain ?

Dalam kondisi kekalahan, dia akan mendapatkan dua respond dari penonton, yang pertama akan dicap menjadi pemain yang tidak pantas untuk dipasang kembali atau dia tetap akan disanjung oleh penonton karena kekukuhannya mendukung tim, berjuang bersungguh - sungguh mencetak gol (tapi ini sangat jarang terjadi).

tett..

tett..

tett..

hingga bersambung ke bawah.. hehehee

Malam ini adalah malam kembali diujinya mental para penonton, pemain dan semua orang - orang yang terlibat dengan timnas persepakbolaan. ketika saat ini kita ditumbangkan Malaysia 1 - 0 , hal itu bukan berarti semuanya akan berhenti pada saat itu juga, bukan semuanya pupus. kita tdak seharusnya kecewa dengan formasi yang diturunkan sang pelatih Rakhmad darmawan. Karena beliau sudah memperhitungkan mengapa ia tidak menurunkan patrich wanggai atau andik hermansyah dan yang lainnya. mereka dipersiapkan untuk pertandingan selanjutnya timnas kita masih lolos untuk babak berikut. Saat seperti ini lah kita bangkit untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa kita tidak hanya mensupport timnas saaat menang saja namun tetap dalam kondisi yang sama walaupun dalam kekalahan.

Sang pelatih mampu berpikir panjang. Pertandingan kita bukan hanya pertandingan melawan Malaysia, kalah ataupun tidak timnas kita akan tetap lolos untuk babak selanjutnya. kita memang kalah namun kalah dengan bangga karena bisa memberikan perlawanan kepada mereka. kita hanya berharap bsok kita bisa memberikan yang terbaik dan timnas bisa menyumbangkan emas dalam perolehan medali.

kawanku...

Untuk manjadi seorang itu tidak gampang. tidak semudah membalikkan telapak tangan namun ada perjuangan. ada saatnya kita kalah dan menang. disaa kita menang berarti persiapan kita lebih daripada lawan ketika kita kalah, kita mampu menarik pelajaran dari kekalahan tersebut agar pada pertandingan selanjutnya tidak meengulangi kesalahan yang sama.

Bravo persepakbolaan Indonesia.. Never Ending Improvement :)